Mesir bergejolak, Mesir berdarah, Mesir dibantai..
Mungkin kata-kata itu sering kita dengar dalam beberapa hari terakhir, hampir seluruh kaum muslimin di seluruh dunia berteriak lantang terhadap aksi represif militer Mesir terhadap para pendemo pendukung Presiden Mursi.
Lalu bagaimana sikap kita? ikut demo mengecam aksi tersebut? membuat tulisan2 kutukan dan pengecaman terhadap aksi terebut?
Jikalau kita melihat dari sisi kemanusiaan dan rasa persaudaran kita dengan umat muslim di Mesir, mungkin hal-hal itulah yang akan kita lakukan, hal yang sangat wajar dikarenakan kita hanyalah manusia biasa yang memiliki rasa (kyk lirik lagu euy).
Tapi apakah itu pantas? apakah itu yg dianjurkan dalam Islam?
Jika menilik kembali apa yang telah dicontohkan Rasulullah Shallollohu alaihi wassalam, maka sikap kita sebaiknya adalah diam dan mendo'akan yang baik2.
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)
Dalam hadist tersebut telah jelas bahwa sikap kita adalah menjauhi keributan dan tidak larut dalam demo, meskipun demo tersebut demo damai dan mendukung kedamaian, sikap diam adalah lebih baik lagi thoyib.